Category Archives: Monolog

Kopi dan Akhir (yang Hampir): Sebuah Absurd

Continue reading →

Advertisements

(Masih) #Kopi

Continue reading →

Kopi #2

Continue reading →

Langit Bekas Hujan: Sebuah Epilog II (end)

Continue reading →

Wewangian Mimpi

Continue reading →

Terkala Kita Bosan Mengenang

Continue reading →

Langit Bekas Hujan: sebuah epilog

Continue reading →