Bermanfaat Bagi Banyak Orang, Rumitkah? Think Again….

“Diaz, menurutmu orang yg bermanfaat bagi banyak orang itu seperti apa kepribadiaannya?”

Pertanyaan yg menggelitik. Sudah lama ingin menulis tentang ini.
Bermanfaat bagi banyak orang, rasanya cita-cita yg sangat klise. Dan semua orang menuju itu. Tenang, ini gak akan gw tulis bertele-tele hahahah.

Ada beberapa case yg nyata disekitar kita, membuat gw berfikir banyak tentang arti kebermanfaatan hidup. Mari disimak sebentar.

Case 1. Seseorang yg sangat biasa, menjalani hidup yg biasa. Lulusan SMP, kerja jadi OB, kemudian ikut kesetaraan paket C, dapet ijazah SMA. Melanjutkan kuliah, berkarier lebih baik dengan ijazah S1nya. Tidak semerta-merta melesat jadi 100 besar orang sukses di negaranya. Setelah mati-matian berjuang keras, hidupnya tetap biasa, hanya kian membaik. Sudah mampu membiayai orang tua yg sudah tidak produktif lagi, adik-adik yg masih punya masa yg panjang, berbagi dengan kemenakan, juga keluarga besarnya yg hidup di desa tertinggal. Bermanfaat? Iya, setidaknya bermanfaat bagi orang-orang disekitarnya, berjuang untuk dapat bermanfaat bagi keluarga dengan segala keterbatasan.

Case 2. Seseorang yg memilih hidup jauh dari hiruk pikuk kota. Meninggalkan kesempatan berkarier emas dengan kecerdasan yg ia punya. Memilih mengabdi di pelosok, menjadi pengajar tunggal di suatu sekolah jenjang SD, mengajar sekaligus 6 kelas. Diupah seadanya, bahkan tak diupah. Hidup dengan segala yg terbatas. Bahagia karna berbagi, bahagia bukan karna uang, jabatan, atau jenis kebanggaan semu lain. Bahagia karna mengabdi. Melupakan uang, jabatan, kebanggaan karna berkarir hebat. Hidup yg kian ringan karna pengabdian. Bertahun-tahun mendidik lintas generasi. Bermanfaat? Tentu, menjadi pendidik di daerah tertinggal memang bukan jabatan yg mewah, tapi ingat, tak ada generasi terbaik tanpa guru-guru terbaik.

Case 3. Seseorang yg cemerlang. Lulus summa cume laude di universitas terbaik. Dapet beasiswa di luar negeri. Pulang kembali ke negaranya. Mendapat karir yg juga cemerlang dengan fortopolio pendidikannya. Upahnya puluhan juta per bulan. Mulai bisa membangun bisnisnya sendiri, dan sukses. Mudah sekali menggelembungkan pundi-pundi uangnya. Masuk dalam rentetan milyarder dermawan. Membangun mesjid, pesantren, sedekah ekstrem, punya banyak anak asuh, ringan memberi donasi pada korban bencana alam, dan sejuta kebaikan lainnya. Bermanfaat? Jelas, banyak sekali yg merasakan manfaat dari orang ini.

Gw bukan lagi ngarang cerita, ketiga kasus itu nyata. Dan masih banyak kasus-kasus lain. Amat berbeda, tapi punya benang merah yg sama: bermanfaat. Bermanfaat dengan caranya masing-masing.

Sederhana sekali, kita bisa jadi bermanfaat dengan apa saja yg kita punya. Dengan waktu, uang, tenaga  bahkan  seluruh hidup yg kita punya. Kita bisa juga jadi kesia-sian dengan apa saja yg kita punya. Menyia-nyiakan waktu, uang, tenaga, bahkan seluruh hidup yg kita punya.

Gw inget, pernah ada seorang motivator yg menyampaikan ini: ada 3 jenis manusia di dunia ini.
1. Manusia jenis NO >> selalu menolak orang meminta pertolongan padanya, selalu menjawab “tidak bisa” dengan berentetan alasan.
2. Manusia jenis YES >> selalu menjawab “iya” bila ada yg meminta pertolongan padanya. Tidak pernah menolak. Awalnya gw pikir manusia jenis kedua ini adalah manusia terbaik. Ternyata gw salah.
3. Manusia jenis YES, YES, OK, OK >> selalu menawarkan bantuan kepada siapapun yg ia temui. Aktif dan peka meneliti kebutuhan orang-orang di sekitarnya, kemudian bersedia menolong tanpa diminta. Manusia jenis ketiga inilah jenis manusia terbaik.

Sesederhana itu, hanya dengan menawarkan bantuan kepada orang-orang disekitar kita, rasanya menjadi bermanfaat bagi banyak orang tidak lagi menjadi cita-cita yg rumit. Selalu ada kesempatan untuk menjadi bermanfaat. Dengan uang, tenaga, waktu. Atau bahkan dengan seluruh hidup yg kita punya: berupa pengabdian.

Hanya sekedar opini, semoga cukup menjelaskan.

salam damai…

@diazaurus008

Advertisements

One response

  1. Thanks diaz atas perspektif yg brilian, tetap berkarya untuk kebaikan dan kebermanfaatan bagi banyak orang. Hidup kan indah bila mencari berkah dan ridhonya allah swt, rasulnya dan juga kedua org tua pastinya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: