Terkala Kita Bosan Mengenang


Mungkin hakikat kehidupan adalah mencari.
Mungkin, secara naluriah, setiap kita mengharap kebertemuan dengan entitas lain -entah manusia lain, tempat lain, pengalaman lain, keteraturan lain, dll-. Mencari untuk menemukan.
Menemukan untuk mengisi.
Mengisi untuk melengkapi.
Mungkin, di sistem lain dari diri kita, ada semacam ruang elastis- higroskopis yang setelah jenuh diuapkan waktu akan cepat memburu air dari warna-warna lain.
Kerinduan untuk menyentuh hal yang tak terlihat.
Menanti dan mencari sesuatu yang juga tak kita tau.
Berjalan dari kesepian satu ke kesepian lain.
Bergerak menumbangkan satu kesementaraan demi
kesementaraan baru.
Terkala kita bosan mengenang, bosan mempertahankan, bosan mengulang.
Memisahkan diri dan menjadi penyendiri rasanya lebih baik ketimbang terjebak hingga muak pada keramaian yang sejatinya kosong.

Manusia datang, manusia singgah sementara, pergi selamanya. Setelah menahun mencari rumah, mencari tempat kembali, tempat pu lang, mungkin yang timbul adalah kerinduan menjadi rumah seutuhnya. Bukan tempat singgah sementara, garasi, teras,rest-area, atau cuma tempat membuang muntah.

September, 2012
(Pindahan dari blog lama, dengan judul yg telah diedit)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: