Pintu Lift: Aku Pergi…


sisa fajar di pintu lift nan terbuka sejengkal, kutadah satu-satu
tatap bersitahan pada bebayang kuyu
sileut-siluet yang kepingin ku kecup tak datang merambang
pintu lift kian rapat, sinaran berhenti menjingkat
memuseumkan kepas tawa biru
yang pernah ranum memulas bibirku, dulu
serupa akustik serak yang rehat sejenak, dua jenak, kemudian retak
sedingin parau angin di buritan kapal, menggelindingi hangat yang kukepal
pintu lift acuh membuka, masih tak ada apa-apa
ku pamiti pantulan wajah di dinding almunium beku
aku pergi,
sendiriā€¦.
mengemasi solmisasi sunyi
menjelma pelindap senyap
menginjaki serasah kisah, yang kini jadi sampah
selangkah, dua langkah…
nihilis merajam durja; masih tak ada apa-apa
aku pergi; menunggumu memanggil lagi
(sepi mewaktu, bilah-bilah sunyi bergemiris lungu)

12 Februari 2012
***
gw ga tau kelainan apa ini, yang jelas dari TK gw selalu punya kecenderungan
yang kuat terhadap masa lalu, tubuh gw emang maju ke depan, enteng
menggenjot langkah….tapI…tapi disaat yang sama…ada sebagian diri gw
dalam bentuk lain yang ketarik ke belakang, berharap bisa hidup di kestatisan
waktu sambil duduk manis membekukan momen2 bersama orang2 yang pernah
membuat gw cengengesan….utopia yang keterlaluan..!!!

(Pindahan dari sini)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: