Lovely Rain, Lonely Rain


Kurasa hujan itu ritmis berfasa magis, ialah yang mengantar bening memoar ke
atas daun, ke atas batu, ke atas genting…
Memoar tentang aku, kamu…
Kita yang pernah pasrah menjajar langkah…
Hujan tak sebatas siklus yang menggerus tandus,
ia sekaligus mempertebal batas antara jiwa-jiwa yang haus..
Batas jiwamu, jiwaku yang kian tak tertebus..
Hujan tidak cuma mengawinkan awan dengan mendung,
seraya ia mengkultimasi rindu tak terbendung…
Tidakkah ini juga yang melenakanmu?
Hiruplah..
Niscaya terbaca keanggunan harum tanah setengah basah,
bercampur bau candu akan silam yang usang..
Dan kesanalah separuh aku..
Ke kota yang basah oleh berjuta kenang..
Ku harap separuhmu telah disana..
Mengunciku dalam ilusi waktu..
Karna rasanya akan sepi sekali..
Bila mengendurkan rindu hanya lewat pertemuanku dengan diri sendiri…

Desember, 2011
(Pindahan dari sini)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: