Laut di Matamu


Membaca laut di matamu,
seribu sunyi runtuh
berganti paras mozaik kemarau
Aku biasa menghilangkan separuh
kata, menggantinya dengan manik
pasir tirus
Atau dengan awan awan sirus
si peredam resah bagi karang-
karangmu yang pecah
Aku biasa menyabut separuh alinea,
lalu menanamkan nyiur nyiur penakluk
gemuruh, menemanimu menari getir
di tepian ilusi dan riil
Atau tanpa satu bahasa pun,
Hadiah senja dan sepasang maleo ini,
sudahkah membuatmu lupa tentang
badai siang tadi?
Diam, dan bisu lah.
Bertahanlah tanpa kata, alinea dan
bahasa.
Dan hanya di laut matamu,
Dan aku menjelma buih putih

-buih yang singgah di tiap cuaca, buih
yang selalu ingin karam di matamu-

September, 2012
(pindahan dari blog lama)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: