Akhirnya Saya Menulis tentang Ulang Tahun

Akhirnya saya menulis tentang ulang tahun… Hari ulang tahun,, tema yg amat sangat saya hindari selama ini. Mereka yg telah bertahun-tahun mengenal saya mungkin sudah paham betul bahwa saya tidak suka hari ulang tahun. Tidak ada perayaan apapun. Hari yang sengaja saya ciptakan sama seperti hari-hari lain.

Dan perasaan spesial pada hari itu bagi saya memang tidak semestinya ada. Saya sebetulnya berusaha menutupi hari ulang tahun saya dari siapapun, tp selalu ada saja yg sadar. Bahkan beberapa tahun terakhir, saya lupa terhadap hari lahir saya dan justru ingat karna diingatkan! Hahahah. Ucapan “Selamat ulang tahun” bagi saya adalah kata-kata yang membuat risih. Bukan tidak bersyukur, hanya saja hari ulang tahun adalah hari dimana dipaksa menyadari akan kesia-siaan hidup selama 22 tahun ini. Hari ulang tahun adalah titik bagi si pengecut ini untuk dipaksa berani menabung kebermanfaatan hidup, atau malah mempersiapkan suatu kesia-siaan yang baru?
Waktu, jika kita tidak mengisinya dengan kebermanfaatan akan otomatis terisi dengan kesia-siaan bukan?

Bukannya tidak bersyukur, tp ketimbang larut dalam euforia hari ulang tahun, saya rasa ada hal yg lebih urgent untuk dipikirkan. Misalnya: Evaluasi diri. Mengukur diri. Menyesali segala yang sia-sia setahun terakhir mungkin saja ada gunanya.
Siapa saya?
Mau jadi apa?
Sudah seberapa jauh jalan menuju kesana?
Perjudiaan hidup macam apalagi yang kelak akan saya coba?
Bagaimana hubungan dengan keluarga? Teman? Lingkungan sekitar?
Dengan Tuhan?

Aih, monolog-monolog yg semakin membenci hari ulang tahun.
Bolehkah kita mengawetkan umur kita? Jiwa kanak-kanak yg masih terkungkung dalam diri saya ingin teriak. Bosan memaksa diri menjadi dewasa, menjadi seolah-seolah bijak. Bosan mengemban misi menjadi kakak yang baik, menjadi teman yang menginspirasi, menjadi manusia yang peduli. Bosan berputar-putar di lingkaran ambisi hidup. Tertatih dalam pencapaian-pencapaian yg kian tak tergapai, lalu membodoh-bodohi diri dengan frasa yg kian membuat kita makin menunduk kepada segala yg fana.
Besok-besok, tahun-tahun setelah ini, bolehkan saya gelisah di malam sebelum hari ulang tahun? Berlagak jadi anak kecil yang mengerjap-ngerjap penasaran, tak sabar menebak seberapa meriahnya pestanya besok? Bolehkah?
Bolehkah saya menyambut hari ulang tahun dengan ceria lagi, seperti anak kecil? Membenci hari ulang tahun mungkinkah indikator kedewasaan diri, ataukah hanya bukti kepengecutan diri dalam mengakui kesia-siaan hidup selama ini?
Entahlah. Saya kadang berpikir berat sekali tugas kita sebagai manusia, rahmatan lil alamin! Proses metamorfosis menjadi rahmat bagi seluruh alam adalah pembelajaran seumur hidup. Dan di ruang kelasnya nanti akan banyak sekali menelan penyesalan, kekecewaan. Bukan ke sesiapa, melainkan sesal dan rasa kecewa terhadap diri sendiri…

Akhirnya saya menulis tentang ulang tahun. Di depan bayangan diri sendiri yg selalu muak terhadap ucapan selamat ulang tahun, akhirnya saya berani mengakui kesia-siaan hidup di 22 tahun ini. Akhirnya saya melakukan penerimaan terhadap diri sendiri, semacam perdamaian, melalui dialog spontan yang semoga saja didengar Tuhan: “Selamat ulang tahun buat saya. Semoga selalu mendapat dan memaksimalkan kesempatan belajar untuk menjadi manusia yg lebih baik, enteng jodoh, berat gaji.. Aamiin”

Terima kasih atas semua doa kalian yg bahkan tidak mengenal saya secara personal. Semoga segala kebaikan juga untuk kalian.

Salam,

@diazaurus008 yg masih membenci ucapan ulang tahun, namun menyukai doa-doa diselipkan disana

Advertisements

2 responses

  1. Apa ulangtahun ini menjadi perlu dituliskan karena ada doa untuk sang jodoh? Hahahaaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: