Kekasihmu Adalah Pujangga

Jika kekasihmu adalah pujangga
Tak akan ada pesta di altar kota,
Tak ada karcis bianglala, pun gulali untuk berdua
Kecup dan sentuh menjadi permata yang langka
Pujangga mampu mencintaimu dari semua tempat
Meski jauh bersebrang selat

Pujangga mengecup dahimu dengan kata-kata
Merapikan ponimu dengan metafora
Namun kata-kata adalah dewa,
Lebih meriah dari semua pesta
Pujangga merenung sepanjang umur
Berpikir bagaimana menghadiahi gadisnya
Dengan serangkai makna yang tahan lama
Bukan cuma gerak-gerik nirmakna

Jika kekasihmu adalah pujangga
Bersiaplah kehilangan lilin dan bunga
Tapi lihat! Ada sepucuk puisi yang menyala dimatanya
Dan yang kau kira hening: mewakili wangi dari seluruh rasa
yang tak terkatakan lisan, atau lidah yang kepalang gagu

Baginya,
cedera,
luka,
dan cinta
Melahirkan puisi dari janin malam
Menjadikannya bayi merah, ringkih-rentan
Puisi-puisi menggigil kedinginan diantara drama picisan
Surat-surat cinta tersingkir dilawan adegan-adegan murahan
Tapi pujangga bertahan,
menahun menghujamkan ribuan aksara
di depan tembok tua bernama cinta
Mengesampingkan segala abai
Barangkali kau bertanya: puisi ini milik siapa?
Bagaimana lagi ia meyakinimu
bahwa diksi-diksi rindu yang tebal disana adalah kepunyaanmu

berbahagialah,
Sebab kata-kata lebih meriah dari semua pesta

#LatePost #lebih dari sebulan lalu pas lagi semangat semangatnya merenung

#Tema: bebas

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: